Home » Ini Syarat Perceraian Yang Harus Kamu Siapkan Untuk Pengadilan
Relationship

Ini Syarat Perceraian Yang Harus Kamu Siapkan Untuk Pengadilan

Permasalahan rumah tangga yang sering terjadi terkadang berakhir dengan perceraian. Gugatan cerai ini sendiri bisa diajukan oleh pihak suami maupun istri.

Namun, supaya proses perceraian ini bisa berjalan baik, kalian sebagai pasangan yang mengajukan cerai harus memenuhi persyaratan dulu sebelum berkunjung ke pengadilan.

Selain itu, kondisi fisik serta mental kalian juga harus siap karena menjalani proses perceraian hingga tuntas juga membutuhkan banyak tenaga, waktu, serta kesabaran dari kalian.

Nah, jika kalian memang sudah matang betul bahwa kalian ingin bercerai, ada beberapa syarat mengajukan perceraian yang harus kalian ketahui dulu sebelum kalian pergi ke pengadilan.

Persyaratan ini harus terpenuhi terlebih dulu untuk bisa memulai proses perceraian tersebut. Persyaratan punya bentuknya juga banyak. Agar lebih paham, yuk simak saja di bawah ini.

Baca Juga: Calon Suami Bertingkah, Wanita Ini Batalkan Pernikahannya, Ironis!

1. Alasan Perceraian

Alasan Perceraian

Untuk memulai proses perceraian, harus ada alasan yang mendukung bahwa sebuah pasangan tak akan bisa hidup rukun sebagai suami istri serta tak bisa didamaikan oleh pihak pengadilan.

Bagi pihak istri di Indonesia yang kebanyaka beragam muslim, di bawah ini ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai alasan perceraian.

  • Pasangan meninggalkan kalian selama dua tahun tanpa izin atau alasan yang jelas.
  • Pasangan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik secara fisik ataupun mental.
  • Pasangan dihukum penjara selama 5 tahun atau lebih setelah pernikahan.
  • Pasangan tidak mampu memenuhi kewajibannya karena penyakit ataupun cacat fisik.
  • Pasangan secara sengaja melanggar taklik-talak yang pernah dijanjikan saat ijab-kabul.
  • Pasangan berganti agama sehingga menyebabkan kekisruhan dalam rumah tangga.
  • Pasangan terbukti berzina, berjudi, mabuk-mabukan, dan sebagainya.

2. Dokumen

Dokumen

Syarat mengurus perceraian juga harus disiapkan dalam bentuk dokumen. Baik dari pihak suami atau istri yang menggugat. Dokumen yang dibutuhkan adalah:

  • Surat Nikah asli.
  • Fotokopi Surat Nikah 2 (dua) lembar, setiap lembar diberi materai dan dilegalisir.
  • Fotokopi KTP terbaru dan masih berlaku dari Penggugat (yang mengajukan permohonan cerai).
  • Fotokopi KK terbaru dan masih berlaku.
  • Sertakan fotokopi Akte Kelahiran anak jika sudah memiliki keturunan. Setiap lembar diberi materai dan dilegalisir.

Selain itu, kalian juga harus menyertakan Surat Pengajuan Perceraian yang dibuat penggugat. Isi dari surat ini meliputi:

  • Identitas kedua belah pihak.
  • Kronologis berisi peristiwa selama pernikahan hingga alasan diajukannya perceraian.

Selain itu, siapkan pula bukti – bukti serta saksi yang akan kalian ajukan kepada pengadulan. Misalnya dasar gugatan kalian KDRT, siapkanlah bukti foto serta visual dari rumah sakit yang membuktikan adanya tindakan kekerasan yang pasangan kalian lakukan.

3. Ikuti Prosedur

Ikuti Prosedur

Setelah kalian memenuhi syarat syarat perceraian, sekarang kalian bisa mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama bagi yang beragama Muslim dan ke Pengadilan Negeri untuk yang non Muslim.

Kalian bisa menyerahkan surat gugatan bersama dengan berkas persyaratan cerai dari penggugat. Lalu kaloian akan melakukan pembayaran panjar biaya perkara dan menunggu panggilan untuk sidang.

Pemanggilan sidang kepada pihak penggugat dan tergugat dilakukan paling lambat 3 hari sebelum sidang.

Kalian harus datang ke pengadulan sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan. Di pengadilan, kalian bisa mendaftarkan diri kalian dan menunggu antrian untuk pelaksanaan sidang.

Tahapan Penanganan Perkara di Persidangan

Pertama adalah upaya perdamaian dimana hakim akan melakukan upaya perdamaian kedua belah pihak di setiap persidangan.

Hal ini juga bisa saja berlanjut ke tahap mediasi. Jika keduanya sepakat untuk damai, maka pmasalah selesai. Namun jika tidak, maka persidangan akan dilanjutkan.

Kedua adalah pembacaan surat gugatan dari penggugat dimana penggugat akan membacakan Surat Gugatan yang ia ajukan. Pembacaan surat ini akan dilakukan dalam sidang yang tertutup untuk umum.

Ketiga akan ada jawaban dari pihak tergugat dimana pihak tergugat akan diberikan kesempatan untuk memberikan jawaban atas gugatan dari penggugat.

Jawaban ini juga nantinya akan disampaikan di persidangan pada hari yang sama atau dijadwalkan di sidang berikutnya.

Keempat replik penggugat dimana penggugat juga akan diberikan kesempatan untuk menanggapi jawaban dari tergugat. Penggugat bisa mempertahankan gugatan cerai yang sudah dibuat atau mengubah sikapnya.

Kelima adalah duplik tergugat dimana tergugat akan menyampaikan tanggapan mengenai replik penggugat. Tahap ini juga bisa diulangi beberapa kali sampai nanti ada titik temu antara kedua belah pihak.

Jika ada beberapa hal yang masih belum menemukan kesepakatan, maka persidangan akan dilanjutkan ke tahap keenam.

Tahap keenam yaitu tahap pembuktian dimana kedua belah pihak akan diberikan kesempatan untuk mengajukan bukti – bukti yang mereka punya baik berupa dokumen maupun saksi.

Tahap ketujuh adalah kesimpulan para pihak dimana kedua belah pihak nantinya akan menyampaikan pendapat serta kesimpulan akhir mereka selama menjalani persidangan.

Tahap ketujuh adalah musyawarah majelis hakim dimana majelis hakim akan melakukan rapat permusyawaratan secara rahasia untuk mengambil keputusan sidang.

Kedelapan akan ada putusan hakim dimana di akhir sidang nantinya akan dibacakan putusan majelis hukum. Jika tak puas dengan hasil putusan, kedua belah pihak masih bisa mengajukan banding dalam waktu 14 hari setelah putusan.

Sedangkan jika tak ada yang keberatan, maka keputusan akan berkekuatan hukum tetap setelah lewat dari 14 hari.

Lalu tahap ke sembilan, tahap terakhir akan diadakan pengucapan ikrar talak dimana juika cerai talak, sidang terakhir akan digelar untuk pengucapan ikran talak.

Sidang ini akan dijadwalkan setelah putusan berkekuata hukum tetap serta dihadiri oleh kedua belah pihak.

Nah, itulah bagaimana syarat serta prosedur dalam menjalankan perceraian yang harus kalian tahu. Jika kesulitan, kalian mungkin bisa memanggil pengacara untuk mewakilkan kalian.