Lo lihat TikTok akhir-akhir ini. Semua orang tiba-tiba keliatan… seger. Bukan pake full foundation tebel, bukan contouring kayak mau pentas drama. Tapi keliatan seperti diri mereka sendiri, tapi versi yang lebih “dirawat”. Itu dia. Clean girl aesthetic.
Tapi tunggu dulu.
Kalo lo pikir clean girl cuma soal riasan tipis, rambut slicked-back, dan skin prep ala-ala, lo… miss the point. Di 2026, tren ini udah berevolusi. Nggak cuma soal gimana lo tampil di depan kamera, tapi gimana lo hidup di belakang layar.
Ini tentang memilih untuk nggak selalu tampil. Ironic ya? Di era yang maksa lo buat unggah segalanya, gerakan ini justru bilang, “Lu tenang aja, nggak usah show off.”
Dari “No-Makeup Makeup” ke “No-Drama Drama”
Dulu, clean girl identik dengan glossier dan dewy look. Sekarang? Lebih dalam dari itu.
Gue ngobrol sama Sasa (29), kerja di startup fintech. Dulu dia rajin banget beli produk biar dapet “clean look” itu. Sampe ribuan followers di IG karena tutorialnya. Tapi dia cerita, ada titik jenuh.
“Aku sadar, aku tetap insecure. Dulu insecure karena ‘kurang berdandan’, sekarang insecure karena takut ‘kulitnya kelihatan nggak mulus’ pas pake makeup tipis. Capek juga ya, ternikao standar kecantikan itu nggak ada habisnya. Makanya aku sekarang lagi belajar… ya udah, kalo lagi nggak mood ya nggak usah dandan. Biarin aja. Bersihin feed dari konten yang bikin insecure. Itu clean banget menurutku.”
Nah. Itu esensinya. Clean girl 2026 adalah tentang membersihkan hidup dari hal-hal yang bikin berisik. Bukan cuma wajah.
Kenapa Tren Ini Berubah Arah?
Mungkin karena kita, para perempuan urban 20-30an, mulai pusing sendiri. Survey kecil-kecilan dari akun @gayaHidupKekinian (fiktif, ya) nunjukin 8 dari 10 responden merasa exhausted dengan standar kecantikan yang berubah terlalu cepat. Dari “glam” ke “clean”, dari “clean” ke “loud luxury”, muter-muter terus.
Kita capek. Kita pengin sesuatu yang… stay.
Clean girl di 2026 jadi kayak pelarian. Bukan karena kita males dandan. Tapi karena kita pengin ngurangin noise. Dan “noise” itu nggak cuma dari makeup tebel. Tapi dari:
- Notifikasi belanja online yang ngingetin “beli ini biar glowing”
- FOMO karena lihat orang lain pakaiannya selalu baru
- Perasaan harus selalu “instagramable” kapan pun ke mana pun
Contoh “Clean Girl” di Kehidupan Nyata (Bukan Cuma di Feed)
Ini nih yang seru. Orang-orang mulai nerapin filosofi ini dengan cara unik:
- “Capsule Wardrobe” Ekstrem ala Tari. Tari (26) punya tantangan setahun cuma pake 15 item pakaian (minus underwear dan olahraga). Bukan karena nggak punya duit, tapi dia pengin buktiin kalo gaya itu nggak harus gonta-ganti baju tiap minggu. “Aku lebih pede sekarang. Karena outfit-ku pilihan, bukan karena kepepet ikut tren,” katanya. Dia jadi lebih fokus ke aksesoris atau bagaimana mix and match, bukan beli baju baru.
- Digital Decluttering Mandatory. Komunitas “Perempuan Sadar” (nama fiktif) lagi ramai dengan gerakan digital declutter. Anggotanya rutin “menghapus” satu aplikasi atau unfollow 10 akun setiap bulan yang bikin mereka insecure. “Dulu aku follow beauty influencer biar dapet tips. Sekarang malah stres sendiri. Setelah unfollow, rasanya plong. Kayak beban turun,” ujar seorang anggota.
- “Low-Key” Weekend. Tren low-key weekend makin populer. Cewek-cewek milih staycation di hotel dekat rumah cuma buat baca buku, nggak foto-foto. Atau jamming session kecil di rumah temen, tanpa live Instagram. Mereka menyebutnya “me-time yang nggak dikontenin”.
Practical Tips: Mulai dari Mana?
Oke, lo tertarik pengin nyobain filosofi ini. Nggak perlu ekstrem langsung jual semua makeup lo. Coba step kecil dulu:
- Audit satu lemari. Bukan cuma lemari baju. Tapi lemari digital lo. Cek foto-foto di gallery HP. Hapus yang nggak penting. Unfollow akun-akun yang bikin lo insecure. Bersihin feed itu seperti bersihin muka sebelum tidur. Penting.
- “Puasa” konten kecantikan seminggu. Coba deh seminggu penuh nggak nontonin tutorial makeup atau review skincare. Ganti dengan konten tentang masak, traveling alam, atau podcast. Rasain bedanya di kepala lo.
- Belanja cuma buat “nambal”, bukan “nambah”. Ini nggak mudah. Sebelum checkout, tanya ke diri sendiri: “Ini nggantiin barangku yang rusak, atau cuma pengin punya karena lihat iklan?”
Kesalahan Umum: Jangan Jadi “Clean Girl” Palsu
Banyak yang salah kaprah. Mereka pikir clean girl itu cuma estetik doang. Akhirnya, mereka:
- Membeli produk mahal cuma buat dapet “the look”. Iya, beli skincare dan makeup mahal, tapi mental masih insecure. Ujung-ujungnya, jadi clean girl yang boros dan konsumtif. Ironis banget.
- Membandingkan “perjalanan hidup minimalis” dengan orang lain. “Dia bisa pake outfit cuma 10 item, kok aku masih 20 sih?” Ya namanya juga proses. Minimalis itu relatif. Jangan jadikan standar orang lain sebagai beban baru.
- Lupa sama isi kepala. Fokus banget sama penampilan luar, tapi lupa ngurus kesehatan mental. Bisa pake baju putih polos dan bedak tipis, tapi hatinya masih berantakan karena overthinking. Itu belum clean, namanya.
Pada akhirnya, clean girl 2026 bukan tentang tren. Ini tentang memilih. Apakah lo mau terus-terusan jadi budak dari standar orang lain, atau lo mulai berani nemuin standar lo sendiri?
Karena sebersih-bersihnya wajah, kalo hati masih rame… ya sama aja bohong.