H1: Tren “Alga & Ganggang”: Apakah Ini Makanan Masa Depan? Kami Coba 5 Olahan Terbaru

Gue lagi scroll Instagram terus nemu foto-foto makanan warna hijau dan coklat aneh. Ada yang kayak pasta tapi ijo, ada snack yang kayak kerupuk tapi dari spirulina. Katanya sih, ini makanan masa depan. Beneran, deh, gue penasaran banget. Apa iya kita bakal berhenti makan nasi dan diganti sama rumput laut versi lebih aneh?

Jadi, gue mutusin buat nyobain lima olahan alga dan ganggang yang lagi hits itu. Ini bukan review pakar nutrisi, ya. Ini laporan jujur dari lidah orang biasa.

Ekspedisi Kuliner ke Dunia Hijau yang (Agak) Aneh

Harus diakui, gue agak skeptis. Bayangan gue sih rasanya kayak lumpur atau amis. Tapi gue coba buka pikiran. Soalnya katanya alga dan ganggang ini superfood yang sustainable banget. Tumbuhnya cepet, gak butuh lahan luas, dan penuh gizi.

  • Olahan 1: Pasta dari Rumput Laut (Seaweed Pasta). Yang ini bentuknya kayak fettuccine, tapi warna hijaunya tua. Pas dimasak, wanginya… well, seperti laut. Gak amis-amis banget sih, lebih kayak aroma samudra yang subtle. Pas dicoba dengan saus carbonara, teksturnya kenyal, mirip pasta gandum utuh. Rasanya? Gurih-asin alami dari rumput lautnya cukup kuat. Jadi mungkin gak perlu banyak garam. Gue beri 7/10.
  • Olahan 2: Keripik dari Mikroalga (Spirulina Chips). Ini dia yang warna hijaunya neon banget! Keren buat feed Instagram. Teksturnya renyah kayak keripik tipis. Rasanya? Awal-awal gurih, tapi ada aftertaste “rumput” atau “bayam” yang kuat banget. Agak aneh di lidah. Gue rasa ini acquired taste. Buat yang suka kale chips, mungkin bisa suka ini. Gue cuma kasih 5/10.
  • Olahan 3: Es Krim Chlorella. Es krim warna hijau mint. Dingin-dingin, rasa “tumbuhan”-nya masih kerasa, loh. Ada manisnya, tapi ada juga semacam rasa earthy yang numpang lewat. Agak bikin bingung lidah gue. Mungkin lebih cocok jadi sorbet yang rasanya asam manis. 4/10.

Menurut data yang gue baca (dan masuk akal), pasar alga dan ganggang untuk pangan diprediksi naik 200% dalam 2 tahun ke depan. Banyak brand makanan besar mulai investasi ke sini. Tapi yang gue penasaran, apa orang bakal betah atau cuma ikut tren doang?

Gimana Kalau Mau Coba? Tips Buat Pemula

Berdasarkan pengalaman gue yang satu kali ini, nih:

  1. Mulai dari yang Rasanya Familiar. Jangan langsung serbu spirulina chips yang rasanya intens. Coba yang sudah dipaduin dengan rasa yang udah kita kenal. Misalnya, coklat bar dengan sedikit chlorella, atau mie dari rumput laut dengan kuah kaldu yang gurih.
  2. Beli Porsi Kecil Dulu. Jangan langsung beli banyak. Cari yang jual sample pack atau kemasan kecil. Soalnya kalo ternyata gak suka, sayang banget uangnya.
  3. Masak dengan Bumbu Kuat. Kalo beli bahan mentahnya kayak bubuk spirulina, jangan dicampur air diminum begitu aja (kecuali lo kuat). Itu jalan pintas menuju mual. Campurin ke smoothie dengan buah yang manis dan asam kayak nanas atau mangga, atau campur ke adonan bakwan atau telur dadar.
  4. Manage Ekspektasi. Jangan harap rasanya kayai ayam goreng atau coklat. Ini punya rasa khasnya sendiri. Anggep aja lagi eksplor rasa baru, kayak pertama kali makan sushi atau keju blue cheese.

Kesalahan yang Bisa Bikin Lo Langsung Kapok

  • Langganan Bubuk Spirulina dalam Jumlah Besar. Itu resikonya besar. Belum tentu lo suka, dan nyatanya butuh kreativitas buat ngabisinnya. Bisa-bisa numpuk di lemari.
  • Memaksa Diri Suka. Kalo udah coba 2-3 kali dan lidah masih nolak, ya udah. Mungkin ini emang bukan untuk lo. Gak usah dipaksa.
  • Abai dengan Kandungan Garam. Banyak snack dari alga dan ganggang yang rasanya udah asin dari sononya. Jadi, hati-hati buat yang lagi diet rendah garam.
  • Harapannya Terlalu Tinggi. Ini bukan makanan ajaib yang bikin lo langsung sehat seketika. Dia cuma salah satu pilihan pangan yang lebih berkelanjutan.

Jadi, apa alga dan ganggang adalah makanan masa depan?

Setelah nyobain, gue simpulin: iya, tapi… Ya, karena dia punya potensi gizi dan lingkungan yang oke. Tapi, untuk jadi makanan sehari-hari kayak tempe atau tahu, masih panjang jalan yang harus ditempuh, terutama dalam hal menaklukkan lidah massa.

Gue sih seneng udah nyobain. Sekurang-kurangnya, sekarang gue tau. Dan mungkin, suatu hari nanti, kita akan benar-benar terbiasa melihat pasta hijau di meja makan. Atau… mungkin juga nggak.